Masih Bertarif Rp32.000, KA Rajabasa Kini Hadir dengan Kenyamanan yang Lebih Baik
Sebagai kereta api dengan skema Public Service Obligation (PSO) yang mendapat dukungan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, tarif KA Rajabasa untuk relasi terjauh Tanjungkarang–Kertapati tetap Rp32.000. Dengan tarif tersebut, pelanggan kini dapat menikmati fasilitas yang lebih modern dan nyaman dibandingkan sebelumnya.
Manager Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan bahwa peningkatan sarana ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan layanan yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.
"Melalui peningkatan sarana ini, pelanggan tetap dapat menikmati tarif yang terjangkau karena KA Rajabasa merupakan kereta PSO, namun dengan kualitas kenyamanan yang semakin baik. Ini merupakan komitmen KAI untuk terus meningkatkan pelayanan tanpa mengurangi aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi kereta api," ujar Zaki.
Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang mulai dioperasikan pada KA Rajabasa menghadirkan berbagai peningkatan fasilitas, antara lain individual seat dengan arm rest, reclining seat, AC central, stop kontak, serta konfigurasi tempat duduk 2-2 yang lebih ergonomis sehingga memberikan kenyamanan lebih selama perjalanan antara Lampung dan Sumatera Selatan.
Dalam satu rangkaian, KA Rajabasa terdiri dari 8 kereta ekonomi premium modifikasi dengan total kapasitas 640 tempat duduk setiap perjalanan. Peningkatan ini merupakan kelanjutan dari upaya KAI dalam meningkatkan kapasitas layanan. Sebelumnya, jumlah rangkaian KA Rajabasa telah ditambah dari 5 kereta menjadi 8 kereta, sehingga kapasitas meningkat dari 530 menjadi 848 tempat duduk saat masih menggunakan sarana ekonomi tegak lurus. Kini, melalui penggunaan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi, fokus pada kualitas dan kenyamanan perjalanan pelanggan.
Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap KA Rajabasa tercermin dari jumlah pelanggan yang terus meningkat. Sepanjang tahun 2025, KA Rajabasa melayani 686.788 pelanggan. Sementara pada periode Januari–Mei 2026, jumlah pelanggan mencapai 388.190 orang, meningkat 38,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami berharap peningkatan kenyamanan ini semakin mendorong masyarakat untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan tetap terjangkau. KAI akan terus berinovasi untuk menghadirkan layanan terbaik bagi seluruh pelanggan," tutup Zaki.